Perjalanan Bhikkhu Thudong 2024 mengusung tema :
“Perjalanan dengan Kesadaran Keberagaman untuk Jalan
Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia”
Thudong merupakan warisan tradisi yang dilakukan oleh
para Bhikkhu Duthanga atau bhikkhu hutan, yang telah dipraktikkan sejak zaman
Sang Buddha, dimulai sekitar 2500 tahun yang lalu.
Perjalanan spiritual ini bertujuan melatih diri untuk
mengurangi lobha (keserakahan), dosa (kebencian), moha (kebodohan
batin) seorang Bhikkhu. Praktik Thudong memiliki akar historis yang kuat dalam
tradisi Buddhis yang dilakukan penuh perenungan agar mengurangi kemelekatan dan
menjalani hidup pertapaan.
Perjalanan Thudong 2024 dilaksanakan dalam rangka mewujudkan
aspirasi para Bhikkhu Thudong untuk memperingati hari Tri Suci Waisak 2568 B.E yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 23 Mei
2024.
Perayaan hari Tri Suci Waisak dilakukan oleh umat Buddha di seluruh dunia untuk
memperingati tiga peristiwa penting, yaitu peristiwa lahirnya Pangeran
Siddhartha, Pangeran Siddhartha menjadi Buddha, dan saat Sang Buddha Gautama
mencapai Parinibbana.
Para Bhikkhu Thudong akan berjalan kaki menuju Candi
Agung Borobudur untuk turut memeriahkan rangkaian acara perayaan Waisak
Nasional dan mengikuti detik - detik Waisak pada tanggal 23 Mei 2024 pukul
20.52.42 WIB. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat untuk mengikuti perayaan
Waisak bersama di Candi Muaro Jambi pada tanggal 26 Mei 2024.
Diperkirakan ada sekitar 30 Bhikkhu Sangha dari
Indonesia dan Thailand yang akan mengikuti rangkaian perjalanan Thudong 2024
dan sampai saat ini pihak penyelenggara (Cetiya Panna Sikkha) masih membuka
kesempatan dan mengundang YM Bhikkhu Sangha yang tergabung dalam Perkumpulan
STDI (Sangha Theravada Dhammayut Indonesia) untuk turut bergabung dan
berpartisipasi melakukan perjalanan Thudong tahun ini.
Di bawah bimbingan Ketua Dhammaduta Thailand untuk
Indonesia sekaligus Sangha Pembina Thudong 2024 Y.M. Bhikkhu Wongsin Labhiko
Mahathera, Sangha Pembina Thudong 2024 Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera dan
Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., BKP, kegiatan
Thudong 2024 yang dipimpin oleh Ketua Panitia Thudong 2024 Susy Yang, S.M.,
M.M. diharapkan dapat berjalan lancar, tertib serta betul - betul mencerminkan
tujuan dari pelaksanaan Thudong.
Tujuan Pelaksanaan Thudong 2024
1. Meningkatkan kesabaran dan ketenangan batin para Bhikkhu melalui perjalanan spiritual.
2. Melatih diri untuk mengurangi lobha (keserakahan), dosa (kebencian),moha (kebodohan batin) seorang Bhikkhu.
3. Mempererat tali persaudaraan antar Bhikkhu dan juga dengan para umat.
4. Menciptakan ladang kebajikan untuk umat dan masyarakat sekitar.
5. Mengenalkan kegiatan Thudong sebagai kegiatan untuk berziarah ke situs-situs suci agama Buddha.
6. Meneladani sifat-sifat luhur sang Buddha.
7. Membawa pesan damai dan toleransi kepada umat beragama.
Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera selaku Sangha Pembina
kegiatan Thudong 2024 sekaligus Pimpinan Cetiya
Pañña Sikkhã menyampaikan bahwa tradisi Thudong yang dilakukan oleh para
Bhikkhu tersebut untuk belajar bersabar, karena Sang Buddha mengatakan bahwa
kesabaran adalah praktik dharma yang paling tinggi. “Di zaman modern sekarang,
tradisi Thudong masih tetap dilestarikan. Akan tetapi karena saat ini sudah
berdiri vihara-vihara dan didukung oleh berbagai fasilitas, maka tradisi
Thudong boleh dikatakan sebagai sebuah
rangkaian perjalanan dengan mempraktikkan ajaran Buddha. Misalnya dalam
rangka Waisak 2024, untuk pertama
kalinya Bhikkhu Sangha berjalan kaki menyusuri dua candi besar di Indonesia
yakni menuju ke Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi.” ungkap Y.M. Bhikkhu
Dhammavuddho Thera yang juga Ketua Perkumpulan Sangha Theravada Dhammayut
Indonesia (STDI) ini.
Ketua Panitia Thudong 2024 Ibu Susy Yang S.M.,
M.M., mengatakan bahwa tujuan dari rangkaian perjalanan Thudong 2024
selain untuk melestarikan nilai-nilai
keteladanan Sang Buddha Gautama, juga sekaligus untuk mengkampanyekan toleransi beragama yang ada
di Indonesia. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi muslim
terbesar di dunia dan penduduknya memeluk
agama yang berbeda-beda. Mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat
Indonesia, kita dukung, kita viralkan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita
semua. Tunjukkan pada dunia, inilah wajah asli Indonesia yang penuh toleransi,
kita dapat hidup rukun berdampingan meskipun berbeda-beda keyakinan dan
kepercayaan,” ujarnya.
Thudong 2024 mengusung tema “Perjalanan dengan
Kesadaran Keberagaman untuk Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia”. Makna dari
tema ini adalah merujuk pada sebuah upaya untuk membangkitkan pemahaman atas
proses perkembangan yang
mengintegrasikan keberagaman dalam
perjalanan hidup yang ditandai oleh nilai-nilai luhur, harmonis, dan
kebahagiaan,” ungkap Ketua Dhammaduta Thailand untuk Indonesia Y.M. Bhikkhu
Wongsin Labhiko Mahathera.
Sangha Pembina Thudong 2024 Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano
Mahathera menjelaskan bahwa Bhikkhu Thudong meneladani 13 tekad praktik spiritual dan kehidupan
pertapaan yang mendapat pujian dari Sang Buddha yang dilakukan oleh Yang Ariya Bhikkhu Maha Kassapa pada zaman itu. Praktik tersebut terbagi menjadi empat
kelompok yang secara keseluruhan terdiri dari 13 tekad praktik spiritual dan
kehidupan pertapaan.
“Kelompok pertama terdiri dari 2 tekad yang berhubungan dengan jubah/civara yang dikenakan oleh para Bhikkhu, kelompok ke-dua terdiri dari 5 tekad tentang penerimaan dana makanan, kelompok ke-tiga berisikan 5 tekad mengenai tempat tinggal/sasana atau tempat Bhikkhu bernaung, lalu kelompok terakhir atau yang ke-empat yang dipraktikkan oleh Y.M. Bhikkhu Maha Kassapa adalah mengambil praktik nesajjika yaitu menghindari sikap berbaring bahkan ketika dalam keadaan tidur sekalipun, tidak berada dalam berbaring”. Demikianlah disampaikan oleh YM Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera.
Sebelum kembali ke negara asalnya, para Bhikkhu Thudong yang sebagian besar berasal dari Thailand akan melakukan Pindapatta dan menghadiri Perayaan Waisak di Jakarta, tepatnya di Cetiya Paññā Sikkhā, Cengkareng, Jakarta Barat pada tanggal 29 Mei 2024.
Mari kita doakan bersama semoga seluruh rangkaian perjalanan para Bhikkhu Thudong di tahun 2024 ini dapat berlangsung dengan lancar dan membawa banyak manfaat bagi semua mahluk.
Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitata
Semoga semua mahkluk hidup berbahagia
Sadhu..Sadhu..Sadhu